RSS

Sikap Tegas Orangtua Bagus untuk Anak Penderita Diabetes

13 Aug

Anak yang terkena diabetes umumnya adalah diabetes tipe 1 akibat gangguan pada pankreasnya yang tidak maksimal menghasilkan insulin. Penyakit diabetes 1 ini belum bisa disembuhkan tapi bisa dikontrol. Agar bisa mengontrol penyakit diabetesnya, anak-anak ini perlu sikap yang mendukung dari orangtua.

Anak-anak yang memiliki diabetes perlu mengatur pola hidup dan makannya. Sehingga diperlukan perilaku dan sikap orangtua yang akan mempengaruhi cara anak mengontrol diabetes.

Sikap orangtua seperti apa yang paling bagus?

Diabetes adalah suatu penyakit yang memerlukan pengontrolan secara teratur, karena memonitor gula darah bisa membantu mengetahui berapa jumlah insulin yang dibutuhkan oleh tubuh. Untuk itu anak-anak dengan diabetes memerlukan orangtua dengan sikap yang benar.

Para peneliti dari Schneider Children’s Medical Center of Israel menemukan bahwa gaya pengasuhan dan sikap yang diterapkan orangtua memainkan peran besar terhadap bagaimana anak-anak dan remaja mengelola diabetesnya.

Studi yang dipimpin oleh peneliti Maayan Shorer dan rekan-rekannya menetapkan 3 gaya pengasuhan yang diterapkan orangtua, seperti dikutip dari ParentDish, Jumat (12/8/2011) yaitu:

1. Gaya pengasuhan tegas (Authoritative)
Gaya pengasuhan ini ditandai oleh batas-batas yang jelas pada anak yang ditetapkan oleh orangtua, tapi tanpa pemaksaan dan tetap peduli pada kondisi anak.

2. Gaya pengasuhan permisif (Permissive)
Gaya pengasuhan ini ditandai dengan beberapa upaya oleh orangtua untuk mengarahkan dan membatasi perilaku anak.

3. Gaya pengasuhan otoriter (Authoritarian)
Gaya pengasuhan ini ditandai dengan adanya sikap pemaksaan, keras dan hukuman sebagai upaya dari orangtua untuk mengendalikan perilaku anak.

Hasil studi terhadap 100 remaja menemukan bahwa gaya pengasuhan tegas (Authoritative) terutama yang diterapkan oleh ayah bisa membuat anak melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam mengelola diabetesnya. Di sisi lain anak-anak melakukan pengelolaan lebih buruk saat orangtua bersikap permisif atau otoriter.

“Sayangnya dalam kehidupan sehari-hari, kebanyakan ayah cenderung mengambil peran yang terlalu kecil dalam manajemen dan memantau kondisi diabetes anaknya. Karenanya ayah harus terlibat lebih banyak dalam perawatan diabetes rutin sang anak,” ujar Shorer.

————————

Semoga bermanfaat😉

artikeluarga

artiKELuarga

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: